01.01.2-T2-6 Koneksi Antar Materi- Pendidikan dan Nilai Sosial Budaya
Erlinna Dewi Sanjani
PPG Pendidikan Bahasa Inggris UNS
01.01.2-T2-6 Koneksi Antar Materi- Pendidikan
dan Nilai Sosial Budaya
1.
Apa yang Anda percaya tentang
peserta didik dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari topik
ini?
Jawab:
Yang Saya percaya tentang
peserta didik dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari topik ini adalah
saya beranggapan bahwa tugas seorang guru hanya mengajar sesuai dengan
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar yang ditetapkan pemerintah dalam Kurikulum
2013. Saya hanya fokus terhadap ketuntasan materi saja sehingga saya masih
memberikan teori-teori dan hafalan-hafalan rumus Tenses tanpa memberikan ruang
yang lebih untuk peserta didik saya untuk berpikir kritis. Saya masih
menyamaratakan karakter peserta didik sehingga hanya mengajar dengan
mendominasi di kelas karena saya dulu berpikir nilai itu adalah orientasi
keberhasilan siswa.
Setelah saya mempelajari topik
ini saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan itu tidak benar. Seharusnya saya
membuat perencanaan pembelajaran yang berdasarkan kebutuhan peserta didik
dengan memahami karakter-karakter yang setiap individu itu beragam sehingga
saya tidak menyamaratakannya. Saya merasa jika saya yang dulu hanya menerapkan
pembelajaran yang membelenggu peserta didik karena tidak memberikan fasilitas
ruang dan kegiatan agar mereka dapat bereksplorasi. Ilmu itu tidak hanya
bersumber kepada guru dan buku saja. Peserta didik akan mendapatkan
pengetahuan-pengetahuan baru melalui kegiatan diskusi kelompok.
2.
Apa yang berubah dari pemikiran
atau perilaku Anda setelah mempelajari topik ini?
Jawab:
Perubahan pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari topik
ini adalah saya menyadari kekeliruan yang saya alami karena dahulu saya
memandang peserta didik adalah objek dalam pendidikan. Pemahaman saya yang
tidak menyadari hakikat peserta didik secara utuh mengakibatkan kegagalan dalam
proses pengajaran. Seharusnya siswa adalah subjek dalam pendidikan, maka saya
selaku pengajar berusaha didalam mendidik agar siswa tetap berada diposisi
subjek sehingga terciptanya usaha memanusiakan manusia. Saya menyadari bahwa
mendidik bukan sebatas masuk kelas lalu memberikan soal dan tugas saja tetapi
dalam menyampaikan materi dapat menyentuh hati siswa. Pemikiran dari Ki Hadjar
Dewantara tentang Sistem Among dalam pembelajaran membuat saya tersadar bahwa proses
pembelajaran seharusnya berdasarkan sistem “Among” sehingga pusat dari
pendidikan itu adalah peserta didik. Sistem Among adalah metode
pembelajaran yang menekankan pada proses pembelajaran. Ada tiga semboyan dari
KHD yaitu:
1. Ing Ngarso Sung Tulodo: Di depan
memberi harapan. Guru memahami secara utuh tentang apa yang dia bantu kepada
murid menjadi teladan dalam budi pekerti dan tingkah laku.
2. Ing Madya Mangun Karso: Ditengah
membangun kehendak dimaksudkan adalah Guru dapat membangun semangat berswakarsa
berkreasi dengan murid dan berperan sebagai narasi sumber.
3. Tut Wuri Handayani: dibelakang
memberikan dorongan dimaksudkan adalah guru tidak hanya memberikan motivasi
tetapi memberikan saran dan rekomendasi dari hasil pengamatan.
3.
Apa yang dapat segera Anda
terapkan lebih baik agar kelas Anda merefleksikan pemikiran KHD?
Jawab:
Yang dapat segera saya terapkan
lebih baik agar kelas saya merefleksikan pemikiran KHD adalah saya harus mau
keluar dari zona nyaman selama ini. Saya mau merubah diri saya menjadi guru
yang lebih baik dengan berpedoman pemikiran Ki Hadjar Dewantara.
Komentar
Posting Komentar